Lelaki Mana Lagi yang Bisa Kupercaya?
Singkat saja. Omongan lelaki yang berbusa-busa saat status jelas saja tak ia upayakan untukmu berdua—itu dusta. Jangan percaya. Kalau ia bilang kamu satu-satunya tapi yang cuma satu-satunya itu saja tidak diperjuangkan dengan semestinya—itu dusta. Jangan percaya. Apalagi saat dia sudah terikat janji pada seseorang, lantas tetap ingin memilikimu juga. Persetan. Lelaki itu... banyak memang macamnya, pun ulahnya. Tetaplah berprinsip kuat memandang yang salah sebagai salah dan yang benar sebagai benar. Sekali pun kamu masih terjebak pada kesalahan yang ada, jangan sampai membenarkan apa yang sejatinya jelas-jelas salah. Jangan percaya pada suara yang mendikte dan memanipulasi hatimu. Ah, tapi, kalau sudah dimanipulasi kan tidak sadar juga, ya? Jangan percaya. Termasuk dirimu sendiri, kurasa. —aksarasa