Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Indonesia lagi gak baik-baik aja. Sebagai seorang generalis, aku malah kebingungan harus bersuara dengan cara apa untuk diprioritaskan. Ide di kepala memang banyak, tapi untuk dieksekusi? Waktu dan energiku terbatas.

Namun, lagi-lagi ini cuma soal manajemen prioritas. Rupanya, aku masih belum baik juga di bab tersebut. Sama, kayak pemerintah Indonesia yang banyak PR-nya.

Sekarang sudah tanggal 5 September, tanggal yang ditetapkan para pemengaruh dan masa di media sosial sebagai tenggat waktu bagi pelaksanaan 17+8 tuntutan rakyat. Gerakan ini menurutku sangat luar biasa, salah satu hal yang patut kita syukuri... bahwa kita tidak benar-benar berjuang seorang diri.

Aksi demi aksi solidaritas dijalankan, beriringan dengan edukasi yang disampaikan mereka yang memiliki kapasitas lebih. Kalau pun kita tidak punya 'kekuatan' sama sekali, kita tetap bisa bersuara dengan meneruskan pesan-pesan yang dengan lantang telah mereka siarkan. 

Di zaman sekarang, hal yang kusuka adalah bagaimana kreativitas bertemu dengan panggilan jiwa. Gerakan-gerakan aksi di Indonesia yang kali ini dikuasai oleh Gen Z, mulai menujukkan pesonanya. Ada yang bikin web, bikin konten, bikin templat, dll. Keren banget! 

Di titik ini lah aku merasa kecil sekali dan minder... aku bisa apa, ya? Tapi setidaknya, aku bisa untuk tidak diam saja. Sekecil apapun gerak yang kulakukan, aku telah berpihak pada rakyat. Begitu juga kamu.

Semoga ya, Indonesia kita segera merdeka yang sebenar-benarnya merdeka.

Komentar

Postingan Populer