Sang Pemimpi

Assalamu'alaikum!

    Pembaca yang tersayang... (eh jangan baper!)

    Bertemu lagi dengan saya, orang terabsurd di blog ini *gak nanya*. Tau kok, lu lu pada kangen kan, sama gue? Ngaku gak lu? Ngaku gak?!

    Okey, abaikan saja… So, sampai mana tadi kita? Ya, sampai perihal kangen dan ngangenin. Sebenernya apa sih nyambungnya sama tuh judul? Nggak ada. Ok gitu aja.

    (Tampol onlen aja gaes, gapapa!)

    Hehe. Kayaknya, daku ini berbakat banget soal membuat pembukaan paling gak jelas sejagat jalan raya. Tepuk tangan semuaaa.

    Udah ah, kembali ke laptop, eh judul! Sang Pemimpi. Kayak judul film? Emang iya, filmnya Om Andrea Hirata kan? Yang diangkat dari sebuah novel yg judulnya Sang Pemimpi juga. Tapi yang kita bahas kali ini bukan film itu. Terus? Ya terus aja bacanya.

    (Jangan kabur dulu ya gaes :")

    Mimpi. Aku yakin kalian semua pasti punya mimpi, kan? Ya, itu kalo kalian berpredikat jadi manusia, selain itu mana tahu (eh?). Mimpi orang itu berbeda-beda. Ada yang bermimpi pengen punya rumah mewah, pengen jadi pilot, pengen punya uang banyak, pengen naik haji, pengen keliling dunia, pengen nikah (ehm). Intinya sih, bermimpi ingin menjadi orang sukses. Kalau diselidiki lebih lanjut lagi, ternyata mimpi itu berawal dari tidur *salah fokus*. Eh! Bukan mimpi yang itu. Mimpi. Berawal dari keinginan, makanya setiap kita punya mimpi, kata pertama pasti pengen atau mau atau ingin dan sejenisnya. Pengen ini.. Pengen itu… Mau ini… Mau itu… Iya kan? Ngaku deh!

    (daritadi maksa mulu huft)

    Begitu juga aku. Mimpi-mimpiku sih banyak. Susah kalo mau nyebutin satu persatu. Pengen tahu? Ah kepo lu! Wkwkwk maap. Harusnya sih kita sadar, Guys. Mimpi itu akan terwujud kalo kita punya kemauan kuat untuk mengejarnya. Terus kerja keras dan semangat berusahanya harus menggebu-gebu. Terus, pantang menyerah. Terus, gak neko-neko dan bersungguh-sungguh. Terus, harus sabar menghadapi segala rintangan. Terus, ya terus aja gak usah belok sampai lu nabrak tembok *salah fokus yang ke sekian*

    

    Jadi, anak-anak...


    (Iya, Bu Guru?)

    Kita sebagai manusia harus memiliki mimpi dan berani mewujudkannya. Kita harus jadi Sang Pemimpi yang luar biasa! Bermimpi besar, setinggi mungkin. Inget deh kata-kata Bung Karno yang terkenal banget sampai sekarang...
Bermimpilah setinggi langit, jika engkau terjatuh, akan terjatuh di antara bintang-bintang.

    Jadi jangan takut untuk memiliki mimpi yang besar dan setinggi mungkin. Kalau perlu, impian kita tuh yang keliatannya gak mungkin bisa terjadi, sampai diketawain sama orang. Bisa dibilang nyaris mustahil. Lho kok gitu? Iya! Supaya kita semakin semangat buat membuktikan kalau kita layak mewujudkan impian tersebut. Semakin diremehkan, maka semakin keras pula usaha kita untuk menjadikannya nyata

    

Satu lagi yang terpenting, ingat! Impian kita emang besar, dan omongan orang untuk menjatuhkan kita juga besar. Tapi, kita punya Tuhan Yang Maha Besar. Gantungkanlah impian-impian kita, segala harapan kita hanya kepada-Nya. Man Jadda Wa Jada, barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Karena bagi Allah, jika usaha kita sudah semaksimal mungkin untuk menggapainya, doa kita sudah semaksimal mungkin dilangitkan, maka mudah saja Allah mengatakan Kun Fayakun.

    Jadi, siap menjadi Sang Pemimpi yang berani mewujudkan impiannya? Harus, dong! Semangat!

Wassalam!

Komentar

Postingan Populer